BANTUL (KR) – Para pengusaha Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pengajian Bisnis Al-Kautsar (PBK) diharapkan dapat membantu memperluas lapangan kcrja guna menekan tingkat pengangguran dan komiskinan yang cukup tinggi dewasa ini. Dengan cara mengembangkan jaringan usaha dan mencari investasi bisnis potensial diiringi perhitungan yang matang diyakini bisa menyerap lapangan kerja dan membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, di samping akan meningkatkan keuntungan usaha para anggota PBK.
Hal itu mengemuka dalam diskusi yang digelar PBK PWNU DIY di rumah kediaman Murdianto MM, Ketua Unit Produksi Jurusan Manajemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Krapyak Bantul, Senin (15/1 Kegiatan pengajian bisnis rutin dua mingguan tersebut dihadiri pula oleh Rois Syuriah PWNU DIY, KH Asyhari Abta dan pengusaha salak pondok yang sukses besar H.Muhammad Jaril.
Murdianto MM yang tampil sebagai pembicara utama pada kegiatan itu mengemukakan, tingkat pengangguran di Indonesai saat ini masih cukup besar baik dari tingkat pendidikan SD hingga perguruan tinggi. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) hingga akhir tahun 2004, angka pengangguran terbuka yang paling tinggi masih pada strata SD ke bawah yaitu 3,22 juta (34,27%), disusul tingkat SMP 2,15 juta (23,55%), SMU 2,14 juta (23,44%), SMK 1,11 juta (12,16%), diploma dan akademi 0,25 juta (2,74%), dan universitas 0,26 (2,85%). Total pengangguran yang belum teratasi 9,13 juta.
Sedangkan jumlah angkatan kerja sebanyak 100,77 juta, antara lain universitas 2,69%, diploma dan akademi 2,21 juta (2,19%), SMK 7,12 juta (7,07%), SMU 12,21 juta (12,12%), SMP 17,49 juta(17,36%), dan SD ke bawah 59,05 juta (58,60%). “Sebagian dari pengangguran terbuka itu adalah warga NU. Oleh karenanya supaya jangan sampai termasuk golongan pengangguran terbuka, maka para pengusaha NU harus melakukan pemberdayaan kerja atau membuka lapangan kerja,” kata Murdianto.
Pakar manajemen yang juga pelaku bisnis ini mengatakan, distribusi dan perkembangan pekerja di Indonesia menurut lapangan pekerjaan utama masih didominasi bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Sedangkan lainnya yaitu pertambangan dan galian. Kemudian disusul industri pengolahan, listrik, gas, air minum, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, transportasi dan komunikasi, bank dan lembaga keuangan, serta urutan terbawah jasa kemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, pemilik mini market dan salon motor itu mengemukakan, rahasia sukses besar seorang pengusaha Amerika, Sam Walton, yang dijuluki sebagai tokoh terhebat abad ini versi Majalah Fortune karena memiliki 3.500 toko di Amerika dan 1.100 toko di berbagai negara. Kesuksesan Sam dengan Wal-Mart-nya antara lain memiliki komitmen yang tinggi terhadap bisnis yang dicintainya dan dirintis Sehingga kerjanya antusias. Selain itu berbagi keuntungan dengan karyawan, memberikan motivasi untuk melakukan cara-cara baru yang inovatif, banyak komunikasi dengan mitra, menghargai semua prestasi yang dicapai karyawan. “Beliau mau mendengarkan dan memberikan solusi atas keluhan karyawannya dan pelanggan. Mengakui kesalahan dan segera minta maaf,” kata Murdianto.
Jujur
Dalam diskusi itu peserta sepaham bahwa berbinis harus dilandasi kejujuran dan moral serta tidak semata mengejar keuntungan. “Selama ini masyarakat, termasuk pengusaha, tidak pandai memahami tentang kebaikan dan keburukan. Tapi lebih mengenal untung dan rugi. Pengusaha jangan hanya berpikir untung atau rugi, tapi dalam berhisnis harus mengedepankan pula moral dan kejujuran,” kata Dr Kumala, pembina PBK. (Cdr)-n


